Amazon memangkas 16.000 pekerjaan tambahan dari tenaga kerja korporatnya, perusahaan mengumumkan pada hari Rabu. Hal ini menyusul gelombang PHK sebelumnya pada akhir tahun 2023 yang menyebabkan 14.000 karyawan diberhentikan. Langkah ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas di Amazon menuju efisiensi dan investasi pada teknologi baru, khususnya kecerdasan buatan (AI).
Mengapa Sekarang?
PHK tersebut bukan karena kesulitan keuangan. Bisnis inti Amazon telah menunjukkan kinerja yang baik. Sebaliknya, perusahaan ini menyederhanakan operasi untuk mengurangi biaya dan mengalokasikan modal secara lebih agresif untuk pengembangan AI. Strategi ini menunjukkan bahwa Amazon memprioritaskan pertumbuhan jangka panjang dalam lanskap teknologi yang berkembang pesat dibandingkan mempertahankan struktur perusahaannya saat ini.
Keputusan tersebut telah diantisipasi oleh analis industri dan dilaporkan oleh publikasi besar seperti The New York Times pada awal bulan Oktober. Waktu setelah musim belanja liburan menunjukkan bahwa Amazon menilai kinerja dan melakukan pemotongan dengan pandangan yang jelas terhadap pendapatan jangka pendek.
Apa Selanjutnya?
Amazon tidak secara pasti mengesampingkan pengurangan lebih lanjut, meskipun mereka mengklaim tidak bermaksud untuk melakukan siklus PHK secara teratur. Perusahaan menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menunjukkan profitabilitas dalam investasi AI-nya, yang diharapkan dapat mengubah posisi kompetitifnya di tahun-tahun mendatang.
Keputusan ini menyoroti tren pertumbuhan raksasa teknologi yang mengkonsolidasikan tenaga kerja mereka untuk fokus pada teknologi baru. Meskipun Amazon tetap kuat secara finansial, pemotongan ini menandakan kesediaan untuk memprioritaskan tujuan strategis jangka panjang dibandingkan stabilitas jangka pendek. Implikasi yang lebih luas terhadap industri teknologi masih belum terlihat, namun jelas bahwa efisiensi dan AI kini mendorong restrukturisasi perusahaan besar.
Kesimpulannya, PHK terbaru yang dilakukan Amazon adalah langkah yang diperhitungkan untuk membebaskan sumber daya untuk pengembangan AI, yang mencerminkan tren industri yang lebih luas menuju restrukturisasi berbasis teknologi. Hal ini kemungkinan akan membentuk masa depan perusahaan dan mempengaruhi keputusan serupa dalam lanskap teknologi yang lebih luas.
