Jaksa Agung Arizona, Kris Mayes, telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Kalshi, platform pasar prediksi yang berkembang pesat, menuduhnya menjalankan bisnis perjudian ilegal di negara bagian tersebut. Langkah ini meningkatkan konflik antara negara bagian dan situs web yang menawarkan taruhan dalam segala hal mulai dari olahraga hingga pemilu.

Tuduhan: Perjudian Ilegal dan Taruhan Pemilu

Tuduhan tersebut menyatakan bahwa Kalshi mengizinkan penduduk Arizona untuk bertaruh pada acara olahraga profesional dan perguruan tinggi tanpa izin yang sesuai, yang secara efektif menjalankan operasi perjudian tanpa izin. Yang lebih serius lagi, negara bagian tersebut telah mendakwa Kalshi dengan empat dakwaan taruhan pemilu – sebuah pelanggaran langsung terhadap undang-undang Arizona yang melarang taruhan pada hasil pemilu.

“Kalshi mungkin mencap dirinya sebagai ‘pasar prediksi’, namun yang sebenarnya mereka lakukan adalah menjalankan operasi perjudian ilegal dan bertaruh pada pemilu Arizona, yang keduanya melanggar hukum Arizona,” kata Jaksa Agung Mayes.

Kalshi membantah klaim tersebut, menganggapnya “tidak berdasar” dan menganggap tuduhan tersebut sebagai taktik politik. Perusahaan tersebut telah terlebih dahulu mengajukan gugatan federal terhadap Arizona dalam upaya untuk menghentikan penuntutan.

Meningkatnya Pertikaian Hukum

Ini bukanlah insiden yang terisolasi. Dalam tiga minggu terakhir, Kalshi juga telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Iowa dan Utah, yang menunjukkan adanya pola penolakan terhadap peraturan negara bagian daripada mematuhinya. Mayes menuduh perusahaan tersebut menggunakan tuntutan hukum federal untuk menghindari akuntabilitas, menyoroti tren pasar prediksi yang lebih luas yang menantang otoritas negara.

Bangkitnya Pasar Prediksi

Kalshi dan platform serupa – seperti Polymarket – telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa, menawarkan taruhan pada hampir semua peristiwa yang mungkin terjadi. Apa yang awalnya merupakan aktivitas khusus di kalangan penggemar politik yang bertaruh pada pemilihan presiden dengan cepat berkembang menjadi politik dan budaya arus utama Amerika.

Namun, industri ini menghadapi pengawasan ketat atas kekhawatiran mengenai manipulasi pasar, perdagangan orang dalam, dan potensi memicu peningkatan perilaku perjudian. Situasinya berubah secara dramatis pada tahun 2018 ketika Mahkamah Agung membatalkan larangan federal terhadap taruhan olahraga, membuka pintu bagi legalisasi yang lebih luas tetapi juga menciptakan wilayah abu-abu peraturan.

Kalshi berpendapat bahwa platformnya berfungsi lebih seperti pasar keuangan daripada situs perjudian, dan menyatakan bahwa pengawasan harus berada di bawah yurisdiksi Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi federal.

Pertikaian hukum antara Arizona dan Kalshi menggarisbawahi pertanyaan mendasar: apakah pasar prediksi harus diperlakukan sebagai instrumen keuangan atau operasi perjudian ilegal. Hasil dari kasus ini, serta kasus-kasus lain yang terjadi di Amerika Serikat, kemungkinan besar akan menentukan masa depan platform-platform baru ini.